Pages

Senin, 12 Desember 2011

Lihat, Rasakan, dan Renungkan

Tiga anak perempuan jalanan yang sedang ngamen di malam hari.

Salut untuk Sondang Hatagalung



Minggu lalu kita sempat di hebohkan dengan perbuatan Sondang Hatagalung yang kian seru dibahas di media cetak dan elektronik. Sondang Hutagalung adalah mahasiswa dari Universitas Bung Karno Jakarta. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2007. Tindakan dia membakar diri di depan Istana Merdeka mengandung arti ada masalah serius yang dihadapi bangsa ini, seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia, pembuhun Munir, kekeransan di Papua dan lain sebagainya.

Menurut Koran Kompas yang pernah saya baca, Sondang Hutagalung mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Sabtu (10/12) sekitar 17.45 WIB. Sondang bertahan selamat empat hari dengan luka bakar 98 persen setelah membakar diri di depan Istana Merdeka Rabu sore lalu.

Menelaah sedikit mengenai apa yang diperbuat oleh Sondang, Sondang rela membakar dirinya demi pembangunan bangsa yang lebih baik dan sebagai koreksi kebijakan pemrintahan saat ini. Apa Serbenarnya inti dari permasalahan di tanah air kita ini? Sebegitu parahnya kah sehingga rekan mahasiswa dari Universitas Bung Karno ini sampai rela untuk membakar dirinya?

Wahai kalian para pemimpin bangsa ini, Sesungguhnya inti permalsahan ini hanya engkau dan Tuhanmu lah yang mengetahuinya. Hal yang diperbuat Sondang adalah wujud kekecewaannya dengan apa yang terjadi pada saat ini. Sondang hanyalah rakyat biasa yang sudah rela membakar dirinya agar dapat membuka pintu hati kalian wahai para pemimpin-pemimpin bangsa ini! Terketuk kah hati kalian?

Selamat jalan Sondang Hatagulung. Semoga arwahmu diterima di sisi Tuhan yang masa esa. Dan jasamu ini akan dikenang sepanjang masa. amin

Jumat, 09 Desember 2011

Pegawai - pegawai yang Tiiit....

Berbicara mengenai pegawai, di Indonesia ini banyak sekali hal yang bisa dibicarakan. Terutama pada pegawai-pegawai yang tiiiit…. . Yang dimaksud tiiiit disini mungkin kalian akan bisa menilainya setelah membaca apa yang aku akan ceritakan setelah ini.

Tapat berada di depan kosku ada sebuah rumah dengan kepala keluarganya adalah seorang pegawai negeri sipil di salah satu kantor dinas yang berada di Bogor. Dia mempunyai seorang istri dan dua orang anak perempuan, anak pertamanya sudah menikah dan mempnuyai seorang anak tetapi masih tinggal bersama keluarga dari bapaknya, dan yang bungsu masih kerja dengan status belum menikah.

Hampir setiap pagi aku melihat pagawai itu duduk dengan santai di teras depan rumahnya sambil membaca koran dalam keadaan belum mandi. Padahal jam sudah menunjukan jam delapan pagi. Dimana waktu kerja normal para pegawai negeri sipil itu adalah di mulai dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Aneh aja kalau melihat pegawai dengan badan yang sehat masih begitu santainya sedangkan jam-jam itu adalah jam dimana pegawai-pegawai kantor lainnya sudah memulai aktivitasnya di kantor masing-masing.

Pernah aku melihat pegawai itu berangkat ke kantor dengan seragam kebangganya sebelum jam delapan, tetapi jam sepuluh pagi sudah ada dirumah lagi dalam keadaan sudah berganti baju dan tak kembali lagi kekantornya. Terkadang aku melihatnya berangkat ke kantor dari jam sepuluh tetapi jam dua belas siang sudah berada lagi dirumahnya, aduh aduh.. Ya aku tahu jam dua belas itu jam istirahat bagi para pegawai-pegawai di kantor yang biasa berahkir sampai jam satu siang. Tapi ko ini ngak balik-balik lagi ke kantornya ya..

Nah.. kalau sudah hari juma’at dia rajin ke mesjid dekat rumah dan dia salah satu sebagai muazin di mesjid itu. Dilihat dari luar seperti orang-orang yang dekat dengan Tuhan. Aku akui orangnya memang rajin sholat berjama’ah di mesjid. Tapi anehnya setiap hari jum’at aku tak pernah melihat dia berangkat ke kantornya.



Saatnya aku berpendapat.

Syukur adalah satu wujud kita atas keinginan atau hajad kita yang telah di kabulkan oleh Allah swt. Bagaimana cara kita mensyukuri nikmat Allah yang di ambil dari kisah di atas ? Caranya dengan berbakti kepada bangsa dengan kerja yang benar, penuh tanggung jawab serta jangan terperdaya oleh kenikmatan dunia.

Allah swt berfiman :

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.”( QS Yunus: 12)

Meraka hanyalah beban bagi Negara, bukan asset bagi Negara. Mereka menerima gaji tetapi tidak kerja maksimal. Bahasa kasarnya yang biasa disebut orang-orang adalah mereka hanya memakan gaji buta.

Dalam Al-qur’an Allah berfirman :

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”(QS Al Baqarah:152)

Kulihat salah satu temanku, dia teman sebalah kamarku yang baru saja lulus kuliah. kami sama-sama mahasiswa merantau. Ada kesedihan dalam diriku ketika usaha dia selama dua bulan terakhir ini belum mendapat pekerjaan, tetapi disisi lain apa yang dilakukan mereka-mereka yang tidak mensyukuri pekerjaan yang sudah didapat seperti cerita yang di atas.

Cerita di atas adalah hanya salah satu contoh. Aku menulis ini karena rasa kekecewaanku kepada mereka yang telah mendapatkan nikmatnya tetapi mengingkarinya. Meraka tidak tahu apa yang kami rasakan khususnya temanku yang begitu susahnya mendapatkan pekerjaan.

Aku tahu berperasangka buruk itu tidak di sukai Allah swt seperti yang dijelaskan dalam firman Allah yang berbunyi. Dan aku telah berperasangka buruk kepada pegawai itu. tapi dari situasi sudah cukup jelas mengapa aku bersikap seperti ini.

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”(QS Yunus: 36)

Ya Allah ampunilah dosaku kali ini dan semoga yang dugaanku selama ini kepada pegawai itu semuanya salah. Satu permintaanku untuk teman seperjuanganku, Semoga dia cepat mendapat pekerjaan yang layak sesuai apa yang dia cita- citakan. Amin..

Itu menurut saya, bagaimana menurut kalian? Yang saya ceritkan ini adalah fakta dan tidak ada cerita yang saya buat-buat.

Ketika Guruku Bersedih

Di saat hati bertanya-tanya
Tentang apa yang dilihat mata
Dan kitapun merasa dapatkan luka
Disaat itulah datang prasangka

Adalah cobaan yang menyapa
Bukan untuk menjatuhkan kita
Akan tetapi menaikan derajat hamba-Nya
Untuk lebih baik dari yang sebelumnya

Renungkanlah akan semua
Menangislah dalam mencari makna
Tesenyumlah jika dapatkan hikmahnya
Dan tertawalah agar semangat hadapi hari berikutnya

Tabahkan hati tenangkan jiwa
Karena hari esok sudah menunggu kita
Janganlah ibu menangis dalam luka
Karena aku sayang ibu selamanya
Dan ibu orangtuaku juga




Spesial untuk Ibunda tercinta, ibu Masruroh selaku guru Matematikaku di SMA Negeri 1 Martapura. sabar ya bu.. insya Allah ulun selalu berdoa untuk ibu dan selalu ada di hati ibu.

Sabtu, 03 Desember 2011

Putuskan Saja Pacar Anda ! Lalu ..

Assalmu'alaikum.wr.wb.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya yang tidak dapat kita menghitungnya. shalwat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasullah saw. yang telah mengubah dunia dari kejahiliahn menuju hidadayah.
kali ini saya mencoba untuk berbagi cerita mengenai dialog antara pemuda dan naraa sumbernya.
dilihat dari judul memang tidak banyak yang setuju tertuama bagi anak remaja. padahal ini sangatlah penting untuk diketahui mereka.
"Putuskan saja pacar anda ! Lalu .." kalimat lengkap diatas adalah "Putuskan saja pacar anda ! Lalu menikah lah dengannya. Itu akan jauh lebih baik.."

lalu ada seseorang sahabat menanyakan hal ini, "kenapa kami tidak boleh pacaran? malah disuruh nikah.. nikah perlu persiapan yang benar-benar matang.. dan kami kan belum siap.."

Narasumberpun menjawab," begini saudarku yang dicintai Allah, Buka lagi deh Al-qur'annya Surah Al-Isra' ayat 32.
Allah Swt berfirman :

"Dan janganlah kau dekati zina, Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."

Ketika seorang lelaki memandang lawan jenisnya yang bukan mahram, demikian pula sebaliknya, seperti ketika sedang BERPACARAN, informasi berupa objek yang dipandang yang merubah menjadi sinyal-sinyal listrik akan jatuh pada sistem limbik. pada sistem ini terdapat suatu daerah yang disebut nukleus aacumben. inilah pusat hedonisme, kenikmatan, dan kesenaangan dalam diri manusia. sifat yang diefektori oleh daerah ini pun adalah keinginan untuk memiliki, bersenang-senang, dan memperturut hawa jiwa.
Maka dari itu mengapa Allah melarangnya. kita merasa apa yang telah kita kerjakan selama ini menurut kita benar dan baik-baik saja, tapi sadarkah syaiton sudah menjerumuskan kita sangat dalam dan mereka sangat bergembira berhasil menjermuskan manusia dengan tipu daya-Nya.

Jika saudara belum siap untuk menikah, maka diwaktu yang ada ini, persiapakan dulu semuanya dengan iman dan takwa yang baik dan selalu meng-upgradenya. jangan hanya ingin mendapatkan yang terbaik aja tapi tak ada yg kita pentaskan pada diri-Nya. selain itu jagan lupalah berdoa.. mintalah kepada-Nya
Allah berfirman "dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadaku tentang Aku makan (jawablah) bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabia dia memohon kepada-ku maka hendaklah mereka itu memenuhui(segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."(QS Al-Baqarah :186)

Dengan menikahlah segala sesuatu yang tadinya haram akan menjadi pahala. Insya Allah.."

Pemuda itupun terdiam merenung..
Nara sumber berkata"renungkanlah.. jangan telalu terdesak dalam memikirkannya, pelan-pelan saja.. saya tahu ini semua perlu waktu, Insya Allah suatu saat nanti kamu akan menyadarinya, dan semoga pintu hidayah dibukakan kepada kita dan bisa beritiqomah kepada-Nya. amin..

Ini nasehat untuk saya, semoga bisa untuk anda. ^,^v peace..
wa"alaikumsalam.wr.wb..