Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Cinta Dalam Diam

Ya Allah, Engkau yang memilik raga

Sesungguhnya aku tak mengerti dengan apa yang kurasa

Rasa yang membuat gejolak hati yang begitu membara

Aku mengetahui ini adalah sebuah karunia

Tapi kali ini tak sanggupku berkata suka

Atau juga berkata aku cinta

Karena ini semua tak bisa tergambar oleh pena

Atau juga terungkap dalam kata-kata

Yang kurasa hanyalah bahagia

Walaupun tak terbalas kalau kamu juga cinta

Tapi melihatmu senang saja sudah membuatku bahagia

Walaupun bukan denganku, tetapi dengannya

Disisi lain karunia ini bisa membawaku dalam neraka.

Jika aku salah dalam menafsirkannya

Jika aku terperdaya olehnya

Sehingga Engkau cemburu

Dan membuat-Mu menjadi murka

Aku bukanlah siapa-siapa

Bahkan dihadapan-Mu aku tak berdaya

Tapi aku juga bukan remaja seperti biasanya

Yang menjalaninya dengan pacaran?! Atau apalah itu namanya

Aku hanya bisa titip salam kepada-Mu untuk hamba-Mu disana

Melalaui Doa yang tersampaikan dari dalam dada

Dan berharap kau turunkan sejuta rahmat kepadanya

Khusus hamba-Mu yang kucinta,

Semoga kau meridhoinya.

Aku, Kamu, dan Kenangan Kita

Teringat ketika kamu pernah berkata

Kalau matahari waktu begitu bersinar

Bulan dimalamnya begitu indah

Aku tersenyum

Karena aku juga dapat melihat

Apa yang kamu lihat saat itu

Aku merasa kita dekat

Walaupun kita saat itu sedang berada jauh

Ditempat yang berbeda

Tapi kini aku merasa kita tak lagi bisa

Melihat hal yang sama

Kamu berkata lagi kepadaku

Kalau matahari sangatlah cerah

Dan bulan dimalamnya begitu indah

Kali ini air mataku menetes

Karena aku tak lagi bisa

Melihat apa yang kamu lihat

Yang kulihat siang gelap

Dan malam juga gelap

Tak kulihat matahari,

Tak kulihat dimalamnya bulan

Sejak saat itu

Aku merasa kita sangatlah jauh

Walaupun kita berada dekat ditempat yang sama saat ini

Jumat, 16 Desember 2011

Hari Sepi Ku

Kini hidup kembali sudah

Yang kesepian juga resah

Tak ada yang mengasih

Yang buat hati patah

Tak ada menjaga hati

Sesungguhnya diri ku ini

Selalu ingin ditemani

Lewat jalinan hati

Kini ku hanya bisa bermimpi

Dengan doa dari hati

Aku akan mendekatkan diri

Kepada tuhan yang maha suci

Untuk lenyapkan rasa sepi

Juga untuk menemani hati

Agar hidup ku ini

Miliki cinta yang abadi


Puisi yang sudah ada sejak aku kelas 1 SMA dan isi dari puisi itu masih berlaku sampai sekarang ini.

Jumat, 09 Desember 2011

Ketika Guruku Bersedih

Di saat hati bertanya-tanya
Tentang apa yang dilihat mata
Dan kitapun merasa dapatkan luka
Disaat itulah datang prasangka

Adalah cobaan yang menyapa
Bukan untuk menjatuhkan kita
Akan tetapi menaikan derajat hamba-Nya
Untuk lebih baik dari yang sebelumnya

Renungkanlah akan semua
Menangislah dalam mencari makna
Tesenyumlah jika dapatkan hikmahnya
Dan tertawalah agar semangat hadapi hari berikutnya

Tabahkan hati tenangkan jiwa
Karena hari esok sudah menunggu kita
Janganlah ibu menangis dalam luka
Karena aku sayang ibu selamanya
Dan ibu orangtuaku juga




Spesial untuk Ibunda tercinta, ibu Masruroh selaku guru Matematikaku di SMA Negeri 1 Martapura. sabar ya bu.. insya Allah ulun selalu berdoa untuk ibu dan selalu ada di hati ibu.