Pages

Rabu, 14 Desember 2011

Ketika Rindu Mereka

Lagu ini spesial untuk ibunda dan ayahnda tercinta. Semoga semua keluarga selalu dalam rindungan dan ridho allah swt. amin


Lyla - Baik Disini

bunda senyumanmu perteguh mimpi-mimpiku
ayah suaramu pertegas perjuanganku
anakmu bertarung menaklukkan waktu
mengejar cita-citaku

jangan menangis bunda tercinta
anakmu baik di sini
tak perlu khawatir ayahku sayang
doakan aku di sini

ku akan melakukan yang terbaik
semoga bahagia menantiku di ujung waktu

(jangan menangis bunda tercinta
anakmu baik di sini)
tak perlu khawatir ayahku sayang
doakan aku di sini

ku akan melakukan yang terbaik
semoga bahagia menantiku di ujung waktu

Lyla - Baik Disini.mp3

Dasar – dasar Akuntansi (Bagian 1)

I. Pengertian Akuntansi
Akuntansi itu berasal dari bahas inggris di mana pengertiannya adalah suatu proses yang menyediakan informasi keuangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengambil kebijakan.

II. Sejarah Akuntansi
Akuntasni berkembang dari tata buku berpasangan (Double Entry System) dikenalkan oleh seorang ahli ilmu pasti yaitu Pacioli di Italia tahun 1994 dalam bukunya “SUMMA DE ARITMATIKA. GEOMETRIKA. DROPRITIONIET PROPORTIONAIITA” salah satu bagian buku itu berjudul “TRACTATUS DE COMPUTIS ET SCRIPTORIO” yang berisi pengetahuan Akuntansi.

Karena Beliau yang pertama kali menulis pengetahuan Akuntansi maka dijuluki sebagai “Bapak Akuntansi” (The Father of Accounting)

III. Bidang Spesial Akuntans

Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu:

1. Akuntansi keuangan
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam

2. Akuntansi manajemen
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen.

3. Akuntansi Pemerintah
Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.

IV. Propesi Akuntansi

1. Akuntan Publik
Akuntan Indenpenden yang memberikan jasa dalam bidang akuntansi bagi perusahaan atau akuntansi maksudnya organisasi.

2. Akuntan Pemerinta
Akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemrintah yang tugas utamanya merancang,mengendalikan, dan memeriksa penggunaan uang/ kekayaan Negara.

3. Akuntan Pendidik
Akuntan yang tugas utamanya mengembangkan sebagai tenaga kerja pendidik guru/dosen.

4. Akuntan Perusahaan/Internal/Privat
Akuntan yang bekerja di perusahaan dan bertanggung jawab atas berbagai akuntansi serta keuagan perusahaan.

V. Etika Propesi Akuntansi

Tiga Provesi dasar prilaku yang etis bagi akuntan
1. Hindari pelanggaran etika yang terlihat remeh.
2. Pusatkan perhatian dalam repotasi jangka panjang
3. Bersiapalah menghadapi kosekuensi yang kurang baik bila berpegang pada prilaku yang etis.

VI. Dasar hukun Akuntasi
Dasar Hukum Akuntasn tertulis pada UU. No.16/2000 yang berisi ketentuan umum dan tata cara perpajakan yang meyebabkan bahwa orang/badan yang melakukan usaha menjadi (wajib) menyelenggarakan pembukuan.

VII. SIKLUS AKUNTANSI

Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.

2. Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)

3. Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun Buku Besar.

4. Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.

5. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.

6. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.

7. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

VIII. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI


Aktiva = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber ekonomi. Contoh: kas, piutang, gedung dsb.

Utang = kewajiban yang menjadi beban perusahaan Contoh: utang pembelian kredit

Modal = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan Contoh: Setoran modal oleh pemilik

Senin, 12 Desember 2011

Belajar Dari Rasa Sakit

Febry, itulah nama panggilan dari salah satu guru Matematika kesayangannya saat di SMA. Sekitar lebih dari dua tahun Febry telah pergi merantau ke pulau seberang demi mencari apa yang telah ayahnya pernah sampaikan, salah satunya adalah pemikiran yang global. Selama periode itu, ia mencari pengalaman hidupnya sambil menuntu ilmu di sebuah perguruan tinggi yang berada di kota Bogor.

Perjalanan hidupnya tentu tidak selalu mulus. Ia sering kali menemukan hal-hal pahit selama periode dua tahun terakhir ini. Tetapi ia pernah berpendapat bahwa pengalaman-pengalaman pahit di tahan rantau ini akan berubah menjadi pengalaman manis nantinya. Layaknya kepompong yang dipandang tidak ada kesan indahnya tetapi setelah menjadi kupu-kupa menjadi cantik jelita.

Seperti mahasiswa-mahasiswa merantau lainya, untuk keseharian hidup, Febry masih mengandalkan kiriman orang tuanya setiap bulan. Tidak sedikit juga mahasiswa yang merantau mencari penghasilan sambilan untuk menambah unag jajan mereka. Tetapi disini ia tidak mengambil jalan untuk itu, dimana dia harus membagi waktu kuliahnya dan pekerjaannya. Lantas ada yang bertanya, “kenapa?“ Ia hanya menjalani nasehat uwanya yang berada di kampung halaman agar dia tidak usah memikirkan pekerjaan dulu dan harus memfokuskan diri pada perkuliahan. Karena uwanya berpendapat,”Rezki itu ngak akan kemana, fokus saja pada yang ada”. Febry pun mengikuti nasehat dari uwanya itu yang telah disampaikan sebelum dia pergi untuk meninggalkan tanah kelahirannya. Semua ini ia lakukan karena dia mempunyai pengalaman pahit sebelumnya, dia pernah tidak menuruti nasehat kedua orang tuanya, tapi hasilnya hanyalah hampa. Oleh karena itu ia sekarang lebih patuh akan semua nasehat dari siapapun itu.

Perjalanan Febry dua tahun ini cukup lumayan berat. Untuk makan dia saja perlu pengelolaan keuangan yang sangat baik. Dalam rangka hal itu, dia pernah membuat laporan pengeluaran yang akan ia tela’ah setiap tiga bulan sekali. Ini demi melihat keadaan pengeluaran ia dan agar dapat membuat suatu kebijkaan dan strategi untuk menghadapi bulan selanjutnya. Ia sempat berhasil waktu itu, tetapi tidak lama kemudian ia gagal dalam pengelolaan keuangannya, salah satu bentuk kecilnya adalah ia berhenti untuk mencatat semua pengeluaran kedalam laporan pengeluaran yang dibuatnya. Akibatnya ia tidak bisa lagi mengontrol arus pengeluarannya. Dari yang Rp. 10.000/hari untuk biaya makanannya, terus menyusut menjadi RP. 7.000/hari, bahkan terakhir sampai mencapai Rp. 5.000 dan Rp. 3000/hari nya. Dimana semua keadaan berubah dari yang sudah sederhana menjadi melarat tak berdaya. Ini semua ia lakukan agar tidak sampai mengutang pada orang lain.

Keadaan lah yang mengajarkan Febry menjadi Febry yang sekarang ini. Terkadang ia meneteskan air mata ketika membandingkan masakan ibunya dengan makan satu telur dadar yang dia makan untuk dua kali makan dalam sehari, yaitu makan siang dan malam. Tak jarang juga pada makan malamnya, ia makan bersama semut yang memakan telur dadar yang ia buat siang harinya. Tetapi dia tak membuang semut itu dari telur dadar buatannya, karena disini dia telah sadar dan diajarkan oleh keadaan untuk saling berbagi, tidak hanya pada sesama manusia, tetapi kepada semua ciptaan Tuhan, salah satunya ialah kepada semut-semut itu tadi.

Febry disini sudah termasuk berhasil dalam bersosialisasi di tanah orang ini, walaupun kalau dilihat daril luar ia terkesan pendiam, cuek dan acuk, tapi dengan sikapnya yang menjadi diri sendiri itulah yang membuat dia bisa diterima pada lingkungan sekitarnya. Dia mampu menerepakan pribasahasa yang berbunyi “Dimana kaki berpijak, disana langit dijunjung.” Semua itu membuat orang juga bisa berbuat baik kepadanya. Tidak jarang ia selalu diberi makan malam oleh ibu kosnya secara gratis karena peranannya yang baik.

Silaturahmi juga membuat dia berpikir bahwa dia tidak sendiri. ketika dia berkunjung kerumah teman-temannya, ia disambut baik oleh kelauraga dari teman-temannya. Bahkan tak jarang diberi makan layaknya seorang yang distimewaksan. Kenapa? Salah satu teman ia pernah bercerita, kalau seorang ibunya juga dulu seroang perantau. Ibunya bisa merasakan apa yang sedang dirasakan Febry saat ini.

Waktu terus berjalan, dari segi sosialisasi Febry telah berhasil di masyarakat. Tinggal keberhasilan perkuliahan serta karirnya dimasa depan lah yang masih menjadi hajad dan misteri dalam hidupnya saat ini.

“Ini hanyalah sedikit mengenai pembelajaran yang aku dapat dari dua tahun terakhir ini. Masih banyak hal-hal lain yang belum sanggup terluapakan tentang arti dari kehidupan ini” Ujar Febry.

Lihat, Rasakan, dan Renungkan

Tiga anak perempuan jalanan yang sedang ngamen di malam hari.

Salut untuk Sondang Hatagalung



Minggu lalu kita sempat di hebohkan dengan perbuatan Sondang Hatagalung yang kian seru dibahas di media cetak dan elektronik. Sondang Hutagalung adalah mahasiswa dari Universitas Bung Karno Jakarta. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2007. Tindakan dia membakar diri di depan Istana Merdeka mengandung arti ada masalah serius yang dihadapi bangsa ini, seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia, pembuhun Munir, kekeransan di Papua dan lain sebagainya.

Menurut Koran Kompas yang pernah saya baca, Sondang Hutagalung mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Sabtu (10/12) sekitar 17.45 WIB. Sondang bertahan selamat empat hari dengan luka bakar 98 persen setelah membakar diri di depan Istana Merdeka Rabu sore lalu.

Menelaah sedikit mengenai apa yang diperbuat oleh Sondang, Sondang rela membakar dirinya demi pembangunan bangsa yang lebih baik dan sebagai koreksi kebijakan pemrintahan saat ini. Apa Serbenarnya inti dari permasalahan di tanah air kita ini? Sebegitu parahnya kah sehingga rekan mahasiswa dari Universitas Bung Karno ini sampai rela untuk membakar dirinya?

Wahai kalian para pemimpin bangsa ini, Sesungguhnya inti permalsahan ini hanya engkau dan Tuhanmu lah yang mengetahuinya. Hal yang diperbuat Sondang adalah wujud kekecewaannya dengan apa yang terjadi pada saat ini. Sondang hanyalah rakyat biasa yang sudah rela membakar dirinya agar dapat membuka pintu hati kalian wahai para pemimpin-pemimpin bangsa ini! Terketuk kah hati kalian?

Selamat jalan Sondang Hatagulung. Semoga arwahmu diterima di sisi Tuhan yang masa esa. Dan jasamu ini akan dikenang sepanjang masa. amin